Tiga tipologi (pembagian) jenis hamba Allah di dunia yang ditawarkan oleh nabi Muhammad SAW. Pertama, orang yang sangat rugi yaitu orang yang amal perbuatan hari ini lebih jelek dari hari kemarin. Kedua, orang yang rugi yaitu orang yang amal perbuatan hari ini sama dengan hari kemarin. Orang yang masuk kategori pertama dan kedua adalah orang yang dlolim pada Allah dan pada dirinya sendiri. Sedangkan yang ketiga, orang yang beruntung yaitu orang yang amal perbuatan hari ini lebih baik dari yang kemarin.
Tiga tawaran diatas memberikan makna pada kita agar instrospeksi (melakukan koreksi) terhadap amal kebajikan masing-masing setiap hari. Yang terpenting sebagai catatan diatas adalah “hari ini”. Hal ini senada dengan filsafat hidup “ kemarin adalah kenangan, besok adalah sebuah harapan, dan hari ini adalah kehidupan yang sebenarnya”.
Dengan demikian kita tidak harus terlalu bangga terhadap amal perbuatan yang telah kita lakukan kemarin yang menyebabkan munculnya bangunan perasaan yang mengatakan bahwa “diriku telah sempurna” sehingga malas melakukan hal kebaikan, atau bahkan mengatakan bahwa “sudah cukup kebaikan dariku”. Na’udzu billahi min dzalik
Amal kebajikan sangat terkait dengan iman seseorang yang mempunyai sifat yazidu wa yankushu( (bertamba dan berkurang). Inilah, setidaknya, yang menyebabkan seseorang sulit mengantarkan, mempertahankan atau memujudkan dirinya menjadi manusia yang beruntung dalam perspektif ( menurut ) agama, kecuali orang-orang pilihan yang mendapatkan pertolongan Allah SWT.
Namun setidaknya ada tawaran solusi (jalan keluar) agar seseorang tetap semangat intropeksi ( mengoreksi diri sendiri) untuk meningkatkan ibadah pada Allah, dengan menggunakan metode pendekatan daily calculation theory (teori kalkulasi keseharian).
Dalam durasi ( jangka waktu) sehari semalam, Allah SWT. telah memberikan nikmat berupa waktu kepada manusia sebanyak 24 jam (dua puluh empat jam) yang dapat digunakan oleh manusia untuk beraktifitas apa saja. Namun ada hal penting yang seharusnya tidak dilupakan bahwa semua perbuatan akan ada pertanggung jawabannya.
Marilah kita kalkulasi ( hitung) dan klasifikasi, dalam durasi waktu tersebut, berapa waktu yang kita gunakan dzikir kepada Allah dan berapa waktu yang kita gunakan untuk mengingat selain Allah SWT. Semuanya dimaksudkan untuk melihat dlolim dan tidaknya diri kita.
Misal, jika setiap ibadah sholat 5 (lima) waktu sehari semalam, kita menghabiskan waktu 10 (sepuluh) menit. Kemudian dikalikan sholat lima waktu, yakni, dhuhur, ashar, maghrib, isyak, dan subuh berarti jumlah total adalah sebanyak 50 (lima puluh) menit. Angka tersebut belum mencapai taraf jumlah 1 (satu) jam.
Jika, dua puluh empat jam (24 jam) waktu yang telah kita terima dari Allah SWT., dikurangi 50 menit (lima puluh menit), maka sama dengan 1.380 menit atau 23 jam (dua puluh tiga jam ) lebih 10 (sepuluh) menit.
Kita mesti sadar dan tak dapat dipungkiri bahwa kita tetap butuh waktu istirahat. Anggaplah alokasi untuk istirahat sebanyak 10 jam. Jumlah waktu sisa, 23 jam lebih 10 menit, dikurangi 10 (sepuluh) jam lagi untuk istirahat, ternyata masih tersisa 13 (tiga belas) jam lebih 10 (sepuluh) menit.
13 jam lebih 10 menit adalah waktu luang yang biasa kita gunakan untuk mengingat selain Allah SWT. Hingga perbandingan waktu antara mengingat Allah dengan mengingat selain Allah adalah 50 menit di banding 13 jam lebih 10 menit ( 50 : 13,10 jam)
Tanpa kita sadari, ternyata kita masih termasuk orang yang dlalimun linafsi ( tidak adil atau menganiaya diri sendiri), karena belum mampu menyeimbangkan antara mengingat Allah dan mengingat selain Allah.
Kita termasuk orang yang menyia-nyiakan waktu, betapa tidak!! waktu yang kita gunakan ibadah hanya 50 (lima puluh menit) kurang dari satu jam. Waktu ini sangat sedikit sekali, coba kita bandingkan dengan aktifitas yang lain. Kalau kita gunakan melihat hiburan, misal melihat sinetron televisi, dua jam dalam satu majelis seakan terasa sebentar. Belum lagi dengan aktifitas “ngobrol” dan “ngerumpi” masalah orang lain, 3 (tiga) jam tidaklah cukup, bahkan terasa hanya sesaat. Mungkin pertanyaan yang tepat adalah “ ada apa dengan kita”?????
Padahal kita sudah tahu untuk apa sebenarnya kita diciptakan oleh Allah. Dengan demikian bagimana dengan pertanggung jawaban kita besok di hari akhir.
Untuk itu marilah berusaha meningkatkan intensitas dzikir dan beribadah kita pada Allah SWT. atau paling tidak kita menambah beberapa menit lagi waktu sholat wajib kita. Yang biasanya 10 menit ditingkatkan menjadi 15 menit dan setersusnya, agar kita termasuk golongan manusia yang beruntung dalam perspektif ( pandangan) agama.
24 jam adalah nikmat berupa waktu.
10 menit X sholat 5 waktu = 50 menit
24 jam – 50 menit = 23 jam lebih 10 menit
23 lebih 10 menit – 10 jam untuk istirahat =
13 jam lebih 10 menit
jumlah terakhir adalah waktu luang.
tingkat perbandingannya adalah
50 menit : 13 jam lebih 10 menit
Senin, 09 November 2009
Sel Kanker
Jangan lupa, sel kanker awalnya adalah sel tubuh yang membawa karakter molekuler manusia. Akibatnya, sel pertahanan sulit mengenali sel kanker. Lebih jauh lagi, sel kanker berhasil menang dari sebagian anti-bodi dengan suatu cara yang sampai saat ini belum diketahui.
Seperti telah kita sebutkan, antibodi merupakan sejenis protein yang menghentikan aktivitas sel musuh. Akan tetapi, entah kenapa, pada sel kanker efek yang terjadi malah sebaliknya. Bukannya berhenti, aktivitas sel kanker malah meningkat, penyebaran tumor semakin cepat dan kuat.
Antibodi, yang mengikatkan diri ke permukaan sel kanker, dapat dikatakan “bekerja sama” dengan sel kanker. Antibodi lainnya tidak akan menyentuh sel kanker yang telah ditempeli antibodi. Jadi sel kanker tersamar sempurna.
Kolaborasi antara antibodi dengan sel kanker bahkan dapat men-capai dimensi yang lebih luas. Ada juga kejadian sel kanker bergabung dengan antibodi untuk membentuk ”sel T penekan palsu”. Sel T penekan palsu ini memberi informasi yang salah kepada antibodi dengan meman-carkan pesan “tak ada bahaya”. Situasi yang lebih mengancam terjadi apabila sel kanker berkembang menjadi “sel T penolong palsu”, bukan sel T penekan palsu. Dalam keadaan seperti ini, pesannya dikirimkan ke lebih banyak antibodi. Lingkungan seperti inilah yang paling nyaman bagi sel kanker.
Selain itu, sel kanker kadang dapat menyebar-kan “perangkap anti-gen” untuk melindungi diri mereka dari kemung-kinan diserang sistem pertahanan. Tumor ini me-nyebarkan sejumlah besar antigen dari permuka-anya sehingga aliran darah terbanjiri olehnya. Betapapun, antigen ini palsu dan tak membahaya-kan tubuh manusia. Namun demikian, antibodi tak mengetahui hal ini dan mereka tanpa penundaan merespon dengan memeranginya. Selama hiruk-pikuk ini, sel kanker yang sebenarnya dan berbahaya terus bekerja, tanpa gangguan dan tanpa diketahui oleh musuhnya.
Seperti telah kita sebutkan, antibodi merupakan sejenis protein yang menghentikan aktivitas sel musuh. Akan tetapi, entah kenapa, pada sel kanker efek yang terjadi malah sebaliknya. Bukannya berhenti, aktivitas sel kanker malah meningkat, penyebaran tumor semakin cepat dan kuat.
Antibodi, yang mengikatkan diri ke permukaan sel kanker, dapat dikatakan “bekerja sama” dengan sel kanker. Antibodi lainnya tidak akan menyentuh sel kanker yang telah ditempeli antibodi. Jadi sel kanker tersamar sempurna.
Kolaborasi antara antibodi dengan sel kanker bahkan dapat men-capai dimensi yang lebih luas. Ada juga kejadian sel kanker bergabung dengan antibodi untuk membentuk ”sel T penekan palsu”. Sel T penekan palsu ini memberi informasi yang salah kepada antibodi dengan meman-carkan pesan “tak ada bahaya”. Situasi yang lebih mengancam terjadi apabila sel kanker berkembang menjadi “sel T penolong palsu”, bukan sel T penekan palsu. Dalam keadaan seperti ini, pesannya dikirimkan ke lebih banyak antibodi. Lingkungan seperti inilah yang paling nyaman bagi sel kanker.
Selain itu, sel kanker kadang dapat menyebar-kan “perangkap anti-gen” untuk melindungi diri mereka dari kemung-kinan diserang sistem pertahanan. Tumor ini me-nyebarkan sejumlah besar antigen dari permuka-anya sehingga aliran darah terbanjiri olehnya. Betapapun, antigen ini palsu dan tak membahaya-kan tubuh manusia. Namun demikian, antibodi tak mengetahui hal ini dan mereka tanpa penundaan merespon dengan memeranginya. Selama hiruk-pikuk ini, sel kanker yang sebenarnya dan berbahaya terus bekerja, tanpa gangguan dan tanpa diketahui oleh musuhnya.
9 jenis tarbiyah islami unggulan
Tak ada guru sehebat Nabi Muhammad shalallahu 'Alaihi Wa sallam, dan tak ada murid sehebat para sahabat Radhiallahy'anhum. Umat ini tak akan menjadi baik kecuali dengan apa yang membuat menjadi baik generasi pertama itu. Nabi sebagai guru terbaik tidak berkata-kata, bersikap, dan bertindak kecuali dengna bimbingan dari Allah Subhaanahu wa ta'ala. Sedangkan para sahabat mengisi hari2nya selama lebih dari 20 tahun dengan semua keteladanan gurunya itu secara kreatif dan independen.
berbagai usaha dilakukan para ulama dari berbagai zaman untuk menggali dan merumuskan manhaj Rasulullah serta tahap-tahapnya mandidik muslim generasi pertama menjadi manusia-manusia unggulan sepanjang masa. diantara para ulama agung itu adalah Ibnu Qayyim al-Jauziyah (lahir di Damaskus 691 H) Hasan bin Ali Hasan al-Hijasy merangkum pemikiran Ibnu Qayyim yang tersebar itu dalam sebuah disertasi doktornya di fakultas ilmu-ilmu sosial jurusan tarbiyah Universitas Imam Muhammad bin Su'ud, arab Saudi (manhaj Tarbiyah Ibnu Qayyim, penerbit al-kautsar, jakarta februari 2001)
Dibawah ini adalah tips untuk melakukan 9 jenis tarbiyah yang digali ibnu Qayyim rangkuman DR Hasan al-Hijazy itu.
1. tarbiyah Imaniyah (mendidik iman)
ada tiga sarana (wasilah) untuk mendidik iman. pertama, selalu mentadaburi (mengamati, mempelajari, menghayati) tanda-tanda kekuasaan Allah Dzat Pencipta serta keluasan rahmat dan hikmah perbuatan-Nya. Tadabur itu bisa dilakukan dengan penglihatan biasa (bashirah), bisa juga denga penalaran akal sehat, dengan mentadabur kekuasaan Allah, hasil-hasil ciptaan-Nya, gejala-gejala alam, kesempurnaan manusia, juga ayat-ayat al-qur'an.
kedua, selalu mengingat kematian yang penuh kepastian. ketiga, mendalami fungsi semua jenis ibadah sebagai salah satu cara mendidik iman. caranya denga banyak mengerjakan amal shalih yagn sendi utamanya adalah keikhlasan; juag memperbanyak do'a dan harapan kepada Allah semata; menghindari riya' dalam berbakti dan bertindak;mencintai firman Allah; berkeyakinan bahwa kelak akan berjumpa langsung dengan Allah; terakhir melanggengkan rasa syukur dalam keadaan apapun.
2 Trabiyah Ruhiyah (mendidik ruhani)
Ibnu Qayyim mencatat 7 cara melakukan tarbiyah ruhiyah, yaitu: memperdalam iman kepada hal-hal (ghaib) yang dikabarkan Allah seperti azab kubur, alam barzah, akhirat, hari perhitungan; memperbanyak dzikir dan sholat; melakukan muhasabah (intropeksi diri) setiap hari sebelum tidur; mentadaburi makhluk Allah yang banyak menyimpan bukti-bukti kekuasaan, ketauhidan, dan kesempurnaan sifat Allah; serta mengagungkan, menghormati, dan mengindahkan seluruh perintah dan larangan Allah.
3. Tarbiyah Fikriyah (mendidik pikiran)
kegiatan tafakur (merenung/berkonsentrasi) menurut ibnu Qayyim adalah menyingkap beberapa perkara da membedakan tingkatannya dalam timbangan kebaikan dan keburukan. dengan tafakur, seseorang bisa memebedakan antara yang hina dan yagn mulia, dan antara yg lebih buruk dari yang buruk. kata imam syafi'i "minta tolonglah atas pembicaraan mu dengan diam dan atas analisamu dengan tafakur ." ibnu Qayyim mengomentari kalimat itu dengan berkata "yang demikian itu dikarenakan tafakur adalah amalan hati, dan ibadah adalah amalan juwariyah(fisik), sedang kedudukan hati itu lebih muia daripada jawariyah, maka amal hati lebih mulia dari pada jawariya. disamping itu, tafakur bisa membawa seseorang pada keimanan yagn tak bisa diraih oleh amal semata." sebaik-baik tafakur adalah saat membaca Al-qur'an, yang akan mengantar manusia kepada ma'rifatullah (menganal Allah).
4 Tarbiyah 'Athifiyah (mendidik perasaan)
naluri (insting), kesediahan, kegambiraan, kemarahan, ketakutan, dan cinta merupakan perasaan-perasaan utama yagn selalu mendera manusia. sedangkan cinta adalah perasaan yang bisa menjadi motivasi paling kuat untuk menggerakkan manusia malakukan apapun. Maka Ibnu Qayyim memberi 11 resep menundukan perasaan cinta, yaitu: menanamkan perasaan yang kuat bahwa seorang hamba sangat buth Allah, bukan yagn lain; meyakinkan diri sendiri bahwa satu hati yang menjadi milik manusia harus dipenuhi hanya oleh satu cinta; mengokohkan perasaan bahwapemilik segala sesuatu di dunia ini hanya Allah semata; beribadah kepada Allah dengan nama-nama Yang Maha Awal, Maha Akhir, Maha Zhahir, dan Maha Batin demi menumbuhkan rasa fakir (butuh) kepada Allah; bersikap tegas bahwa tak ada yang lebih tinggi dan mulia kedudukannya sesudah Allah; menanamkan ma'rifat tentang betapa banyak nikmat Allah dan batapa banyak kelemahan kita; menanamkan ma'rifat bahwa Allah lah yang telah yang telah menciptakan semua perbuatan hambanya dan telah menanamkan iman didalam hatinya; menanamkan perasaan butuh pada hidayah Allah dalam setiap detik kehidupannya; serius memanjatkaqn do'a-do'a yagn meminta pertolongan Allah dalam menghadapi apapun; mananakan kesadaran penuh akan nikmat dan karunia-Nya yagn begitu banyak; serta, menanamkan ilmu bahwa cinta kepada Allah merupakan tuntutan iman.
5. Tarbiyah Khuluqiyah (mendidik akhlaq0
Misi utama Rasulullah dimuka bumi untuk menyempurnakan akhlaq manusia. contoh-contoh utama akhlak mulia yang diharapkan dari seorang manusia adalah sabar, syaja'ah(keberanian), al-itsar (mendahulukan kepentingan orang lain), syukur, jujur, dan amanah. cara mendidikkan akhlaq yang muia itu adalah: pertama, mengosongkan hati dari itikad dan kecintaan kepada segala hal yang bathil; kedua mengaktifkandan menyertakan seseorang dalam perbuatan baik (al-birr); ketiga, melatih dan membiasakan seseorang dalam perbuatan baik itu; keempat, memberi gambaran yagn buruk tentang akhlaq tercela; dan kelima, menunjukan bukti-bukti nyata sebagai buah dari akhlaq yang mulia.
6. Tarbiyah Ijtimaiyah (mendidik bermasyarakat)
Pendidikan kemasyarakatan yagn baik adalah yang selalu memperhatikan perasaan orang lain. seorang muslim dalam masyarakat tidak dibenarkan menyakiti saudaranya walaupun hanya dengan menebar bau yang tidak enak. Ibnu Qayyim berpendapat, tidak cukup hanya tidak menyakiti perasaan, seorang muslim harus mampu membahagiakan dan menyenangkan hati saudara-saudara di sekiarnya.
7. tarbiyah Iradiyah (mendidik cita-cita)
Tarbiyah Iradiyah berfungsi mendidik setiap muslim untuk memiliku kecintaan terhadap sesuatu yang dicita-citakan, tegar menanggung erita di jalanny, sabar dalam menempuhnya mengingat hasil yang kelak akan diraihnya serta melatih jiwa dengan kesungguhan dalam beramal. Tanda-tanda iradah yang sehat adalah kegelisahan hati dalam mencari keridhaan Allah dan persiapan untuk bertemu dengan-Nya. seseorang yang iradahnya sehat juga aka bersedih karena menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak diRidhai Allah. sedangkan iradah yang rusak akan lahir dalam bentuk penyakit ilmu, pengetahuan, dan keahlian yang berlawanan dengan syari'at Allah.
8. Tarbiyah badaniyah (mendidik jasmani)
Seorang muslim harus secara terprogram memeperhatikan unsur badan menjaganya dan memnuhi hak-haknya secara sempurna. Perhatikan yag demikian akan mengantarkan seseorang pada ketaatan penuh dan kesempurnaan dalam menjalankan semua yang diwajibkan Allah kepadanya. Tarbiyah badaniyah ini meliputi: pembinaan badan di waktu sehat; pengobatan di waktu sakit; pemenuhan kebutuhan gizi; serta olah raga (Tarbiyah riyadhah).
9. Tarbiyah Jinsiyah (pendidikan seks)
Insting seks merupakan sesuatu yang diciptakan Allah, yan gsegera diwadahi ielh satu-satunya lembaga halal yaitu pernikahan. Faedah dari seks (jima') menurut Ibnu Qayyim adalah: pertama, menjaga dan melestarikan kehidupan manusia; kedua, mengeluarkan sperma yang jika tertimbun terlalu lama dalam tubuh akan membahayakan kesehatan manusia; ketiga, wasilah untuk memenuhi hajat seksual dan untuk meraih kenikmatan batin dan biologis.
Tarbiyah Jinsiyah bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: memperbanyak pembicaraan tentang bahaya zinaq dan berbagai kerusakan yang ditimbulkan nya, termasuk ancaman terhadap dosa zina; menyebarluaskan peringatan dan penjelasan tentang bahaya serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan perilaku homoseksual; menjadikan kebiasaan untuk membatasi pandangan mata sebagai kebudayaan di tengah masyarakat; tidak berkata-kata maupun melangkahkan kaki kecuali kepada hal-hal yang pasti mendapat pahala Allah; menyatakan perang terhadap semua bentuk nafsu dan keinginan yang buruk; meniadakan waktu yang kosong; memerbanyak ibadah sunnah; melarang anak-anak bergaul dengan teman yang buruk akhlaknya; melarang anak-anak dengan keras untuk mendekati khamr (minuman keras); serta melindungi anak-anak dari penyimpangan fitrah kelaminnya.
berbagai usaha dilakukan para ulama dari berbagai zaman untuk menggali dan merumuskan manhaj Rasulullah serta tahap-tahapnya mandidik muslim generasi pertama menjadi manusia-manusia unggulan sepanjang masa. diantara para ulama agung itu adalah Ibnu Qayyim al-Jauziyah (lahir di Damaskus 691 H) Hasan bin Ali Hasan al-Hijasy merangkum pemikiran Ibnu Qayyim yang tersebar itu dalam sebuah disertasi doktornya di fakultas ilmu-ilmu sosial jurusan tarbiyah Universitas Imam Muhammad bin Su'ud, arab Saudi (manhaj Tarbiyah Ibnu Qayyim, penerbit al-kautsar, jakarta februari 2001)
Dibawah ini adalah tips untuk melakukan 9 jenis tarbiyah yang digali ibnu Qayyim rangkuman DR Hasan al-Hijazy itu.
1. tarbiyah Imaniyah (mendidik iman)
ada tiga sarana (wasilah) untuk mendidik iman. pertama, selalu mentadaburi (mengamati, mempelajari, menghayati) tanda-tanda kekuasaan Allah Dzat Pencipta serta keluasan rahmat dan hikmah perbuatan-Nya. Tadabur itu bisa dilakukan dengan penglihatan biasa (bashirah), bisa juga denga penalaran akal sehat, dengan mentadabur kekuasaan Allah, hasil-hasil ciptaan-Nya, gejala-gejala alam, kesempurnaan manusia, juga ayat-ayat al-qur'an.
kedua, selalu mengingat kematian yang penuh kepastian. ketiga, mendalami fungsi semua jenis ibadah sebagai salah satu cara mendidik iman. caranya denga banyak mengerjakan amal shalih yagn sendi utamanya adalah keikhlasan; juag memperbanyak do'a dan harapan kepada Allah semata; menghindari riya' dalam berbakti dan bertindak;mencintai firman Allah; berkeyakinan bahwa kelak akan berjumpa langsung dengan Allah; terakhir melanggengkan rasa syukur dalam keadaan apapun.
2 Trabiyah Ruhiyah (mendidik ruhani)
Ibnu Qayyim mencatat 7 cara melakukan tarbiyah ruhiyah, yaitu: memperdalam iman kepada hal-hal (ghaib) yang dikabarkan Allah seperti azab kubur, alam barzah, akhirat, hari perhitungan; memperbanyak dzikir dan sholat; melakukan muhasabah (intropeksi diri) setiap hari sebelum tidur; mentadaburi makhluk Allah yang banyak menyimpan bukti-bukti kekuasaan, ketauhidan, dan kesempurnaan sifat Allah; serta mengagungkan, menghormati, dan mengindahkan seluruh perintah dan larangan Allah.
3. Tarbiyah Fikriyah (mendidik pikiran)
kegiatan tafakur (merenung/berkonsentrasi) menurut ibnu Qayyim adalah menyingkap beberapa perkara da membedakan tingkatannya dalam timbangan kebaikan dan keburukan. dengan tafakur, seseorang bisa memebedakan antara yang hina dan yagn mulia, dan antara yg lebih buruk dari yang buruk. kata imam syafi'i "minta tolonglah atas pembicaraan mu dengan diam dan atas analisamu dengan tafakur ." ibnu Qayyim mengomentari kalimat itu dengan berkata "yang demikian itu dikarenakan tafakur adalah amalan hati, dan ibadah adalah amalan juwariyah(fisik), sedang kedudukan hati itu lebih muia daripada jawariyah, maka amal hati lebih mulia dari pada jawariya. disamping itu, tafakur bisa membawa seseorang pada keimanan yagn tak bisa diraih oleh amal semata." sebaik-baik tafakur adalah saat membaca Al-qur'an, yang akan mengantar manusia kepada ma'rifatullah (menganal Allah).
4 Tarbiyah 'Athifiyah (mendidik perasaan)
naluri (insting), kesediahan, kegambiraan, kemarahan, ketakutan, dan cinta merupakan perasaan-perasaan utama yagn selalu mendera manusia. sedangkan cinta adalah perasaan yang bisa menjadi motivasi paling kuat untuk menggerakkan manusia malakukan apapun. Maka Ibnu Qayyim memberi 11 resep menundukan perasaan cinta, yaitu: menanamkan perasaan yang kuat bahwa seorang hamba sangat buth Allah, bukan yagn lain; meyakinkan diri sendiri bahwa satu hati yang menjadi milik manusia harus dipenuhi hanya oleh satu cinta; mengokohkan perasaan bahwapemilik segala sesuatu di dunia ini hanya Allah semata; beribadah kepada Allah dengan nama-nama Yang Maha Awal, Maha Akhir, Maha Zhahir, dan Maha Batin demi menumbuhkan rasa fakir (butuh) kepada Allah; bersikap tegas bahwa tak ada yang lebih tinggi dan mulia kedudukannya sesudah Allah; menanamkan ma'rifat tentang betapa banyak nikmat Allah dan batapa banyak kelemahan kita; menanamkan ma'rifat bahwa Allah lah yang telah yang telah menciptakan semua perbuatan hambanya dan telah menanamkan iman didalam hatinya; menanamkan perasaan butuh pada hidayah Allah dalam setiap detik kehidupannya; serius memanjatkaqn do'a-do'a yagn meminta pertolongan Allah dalam menghadapi apapun; mananakan kesadaran penuh akan nikmat dan karunia-Nya yagn begitu banyak; serta, menanamkan ilmu bahwa cinta kepada Allah merupakan tuntutan iman.
5. Tarbiyah Khuluqiyah (mendidik akhlaq0
Misi utama Rasulullah dimuka bumi untuk menyempurnakan akhlaq manusia. contoh-contoh utama akhlak mulia yang diharapkan dari seorang manusia adalah sabar, syaja'ah(keberanian), al-itsar (mendahulukan kepentingan orang lain), syukur, jujur, dan amanah. cara mendidikkan akhlaq yang muia itu adalah: pertama, mengosongkan hati dari itikad dan kecintaan kepada segala hal yang bathil; kedua mengaktifkandan menyertakan seseorang dalam perbuatan baik (al-birr); ketiga, melatih dan membiasakan seseorang dalam perbuatan baik itu; keempat, memberi gambaran yagn buruk tentang akhlaq tercela; dan kelima, menunjukan bukti-bukti nyata sebagai buah dari akhlaq yang mulia.
6. Tarbiyah Ijtimaiyah (mendidik bermasyarakat)
Pendidikan kemasyarakatan yagn baik adalah yang selalu memperhatikan perasaan orang lain. seorang muslim dalam masyarakat tidak dibenarkan menyakiti saudaranya walaupun hanya dengan menebar bau yang tidak enak. Ibnu Qayyim berpendapat, tidak cukup hanya tidak menyakiti perasaan, seorang muslim harus mampu membahagiakan dan menyenangkan hati saudara-saudara di sekiarnya.
7. tarbiyah Iradiyah (mendidik cita-cita)
Tarbiyah Iradiyah berfungsi mendidik setiap muslim untuk memiliku kecintaan terhadap sesuatu yang dicita-citakan, tegar menanggung erita di jalanny, sabar dalam menempuhnya mengingat hasil yang kelak akan diraihnya serta melatih jiwa dengan kesungguhan dalam beramal. Tanda-tanda iradah yang sehat adalah kegelisahan hati dalam mencari keridhaan Allah dan persiapan untuk bertemu dengan-Nya. seseorang yang iradahnya sehat juga aka bersedih karena menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak diRidhai Allah. sedangkan iradah yang rusak akan lahir dalam bentuk penyakit ilmu, pengetahuan, dan keahlian yang berlawanan dengan syari'at Allah.
8. Tarbiyah badaniyah (mendidik jasmani)
Seorang muslim harus secara terprogram memeperhatikan unsur badan menjaganya dan memnuhi hak-haknya secara sempurna. Perhatikan yag demikian akan mengantarkan seseorang pada ketaatan penuh dan kesempurnaan dalam menjalankan semua yang diwajibkan Allah kepadanya. Tarbiyah badaniyah ini meliputi: pembinaan badan di waktu sehat; pengobatan di waktu sakit; pemenuhan kebutuhan gizi; serta olah raga (Tarbiyah riyadhah).
9. Tarbiyah Jinsiyah (pendidikan seks)
Insting seks merupakan sesuatu yang diciptakan Allah, yan gsegera diwadahi ielh satu-satunya lembaga halal yaitu pernikahan. Faedah dari seks (jima') menurut Ibnu Qayyim adalah: pertama, menjaga dan melestarikan kehidupan manusia; kedua, mengeluarkan sperma yang jika tertimbun terlalu lama dalam tubuh akan membahayakan kesehatan manusia; ketiga, wasilah untuk memenuhi hajat seksual dan untuk meraih kenikmatan batin dan biologis.
Tarbiyah Jinsiyah bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: memperbanyak pembicaraan tentang bahaya zinaq dan berbagai kerusakan yang ditimbulkan nya, termasuk ancaman terhadap dosa zina; menyebarluaskan peringatan dan penjelasan tentang bahaya serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan perilaku homoseksual; menjadikan kebiasaan untuk membatasi pandangan mata sebagai kebudayaan di tengah masyarakat; tidak berkata-kata maupun melangkahkan kaki kecuali kepada hal-hal yang pasti mendapat pahala Allah; menyatakan perang terhadap semua bentuk nafsu dan keinginan yang buruk; meniadakan waktu yang kosong; memerbanyak ibadah sunnah; melarang anak-anak bergaul dengan teman yang buruk akhlaknya; melarang anak-anak dengan keras untuk mendekati khamr (minuman keras); serta melindungi anak-anak dari penyimpangan fitrah kelaminnya.
Label:
ilmiah
1 komentar
4 waktu mustajab
Allah SWT dalam al Qur'an berjanji akan mengabulkan do’a manusia. Sebagaimana kitahui bersama bahwa Janji Allah tidak akan pernah teringkari. Namun yang menjadi persoalan adalah kenapa masih banyak do’a kita yang kita rasa masih belum dikabulkan oleh-Nya?.
Menjawab pertanyaan tersebut, memang cukup sulit, disebabkan banyaknya kemungkinan jawaban. Yang termasuk dalam kemungkinan tersebut adalah disebabkan karena waktu yang belum tepat.
Ada empat waktu mustajab selain lailatul qodar yang tidak diragukan lagi. Siapapun yang berdo’a pada empat waktu tersebut, niscaya Allah akan mengabulkannya. Pertama, pada sepertiga malam akhir (tsulutsai lali akhir). Kedua, pada waktu sujud. Ketiga, hari jum’at. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud hari jum’at adalah pada waktu khotib duduk diantara dua khutbah. Keempat, antara adzan dan iqomah.
Selain yang termaktub diatas, tentunya terdapat syarat yang harus terpenuhi secara individu agar do’a seseorang dikabuli oleh Allah. Yakni, Khushu’, tidak tergesa-gesa, yakin bahwa do’anya akan dikabulkan, dan tidak makan kecuali makanan yang halal.
Sudah terpenuhikah syarat-syarat tersebut pada diri kita????
Menjawab pertanyaan tersebut, memang cukup sulit, disebabkan banyaknya kemungkinan jawaban. Yang termasuk dalam kemungkinan tersebut adalah disebabkan karena waktu yang belum tepat.
Ada empat waktu mustajab selain lailatul qodar yang tidak diragukan lagi. Siapapun yang berdo’a pada empat waktu tersebut, niscaya Allah akan mengabulkannya. Pertama, pada sepertiga malam akhir (tsulutsai lali akhir). Kedua, pada waktu sujud. Ketiga, hari jum’at. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud hari jum’at adalah pada waktu khotib duduk diantara dua khutbah. Keempat, antara adzan dan iqomah.
Selain yang termaktub diatas, tentunya terdapat syarat yang harus terpenuhi secara individu agar do’a seseorang dikabuli oleh Allah. Yakni, Khushu’, tidak tergesa-gesa, yakin bahwa do’anya akan dikabulkan, dan tidak makan kecuali makanan yang halal.
Sudah terpenuhikah syarat-syarat tersebut pada diri kita????
Label:
hikmah
0
komentar
7 strategi Iblis
Ibnu Qayyim alJawzy, Ulama besar pengikut mazhab Hanbali, merumuskan “trik-trik” Setan dalam menjebak dan menjerumuskan manusia.
Dalam modus operandinya, Setan ( la’natullah ‘alaihi), setidaknya, mempunyai tujuh amunisi perangkap alternatif untuk membidik manusia. Amunisi tersebut disesuaikan dengan tingkat kekuatan bertahan manusia.
Pertama, Setan mempengaruhi manusia dengan menawarkan kekufuran. Dengan strategi ini, Setan mengajak orang untuk menolak agama yang benar, eksistensi Tuhan, risalah kenabian, dan kebenaran kitab suci al Qur'an, dengan berdalih bahwa agama adalah dogma yang nantinya akan menjerat seseoarang hingga terkungkung dan tidak bisa bergerak bebas. Hal inilah, menurut setan, yang menyebabkan umat Islam tertinggal jauh pada masalah ekonomi, teknologi, medis dan peradabannya dibanding dengan orang Yahudi dan Nasrani (kafir) yang meninggalkan agama Allah dan tidak lagi mengikuti Rasulullah Muhammad SAW.
Kedua, jika seseorang tetap bertahan dengan beragama, Setan memberikan tawaran menentang ajaran sunnah. Nabi mengajarkan sikap saling menghormati jika terjadi perbedaan pendapat, tapi kebanyakan manusia cenderung bermusuhan. Kasus (peristiwa) yang demikian telah banyak di daerah, bahkan di Desa-desa, terkadang hanya masalah kecil, misal seseorag yang mempunyai pengaruh dalam masyarakat merasa pengaruhnya terebut, padahal kebenaran perasaannya belum teruji, sampai memusuhi orang lain. Belum lagi pada persoalan lain yang bobotnya lebih besar, hampir dipastikan akan lebih besar tingkat permusuhannya.
Ketiga, dosa besar. Jika perangkap pertama dan kedua belum berhasil, maka setan akan menggunakan perangkap yang ketiga. Dengan argumen (alasan) yang hanya bersandar atas rasio (akal) dan mengesampingkan wahyu dan nurani, hingga korupsi dianggap ketrampilan mengatur angka, durhaka pada orang tua dianggap nasihat baik seorang anak pada orang tua, pergaulan bebas dianggap modern., dan homosex dianggap hal yang wajar dan tidak berdosa. Masih mampu bertahankah diri kita??
Keempat, tawaran dosa kecil. Setan akan memberikan alasan bahwa manusia melakukan dosa itu hal yang biasa, hanya nabi dan malaikat yang tidak pernah berdosa, dengan demikian pada akhirnya seseorang terbiasa dalam dosa hingga menumpuklah dosa tersebut. Jika kita cermati lebih seksama banyak manusia yang terperangkap dengan senjata setan yang keempat ini. Kebiasan ngerumpi, bohong, dll.
Kelima, perangkap ini lebih tajam dan sedikit lebih canggih dibanding yang keempat perangkap diatas. dimana setan memberikan tawaran pada seseorang agar sibuk dengan hal yang mubah (boleh dilakukan dan boleh tidak) dan lupa dengan sesuatu yang menjadi kewajibannya. Misal, Ibu yang sibuk diluar rumah akhirnya rumah tangganya terlantar dan, mungkin juga, guru yang sibuk dengan aktifitas luar yang sifatnya mubah hingga lupa kuajiban mengajarnya yang menyebabkan anak didiknya menjadi korban.
Keenam, setan memberi tawaran ibadah utama dan lupa yang lebih utama. Seseorang sibuk dzikir pada Allah untuk mensucikan dirinya hingga cenderung menyendiri di rumah dan tidak peduli dengan oarng lain, bahkan rasa sosialnya dapat dikatakan “mati”. Padahal agama mengajarkan adanya hubungan keseimbangan (balancing) antara dimensi vertikal ( hubungan dengan Allah) dan dimensi horizontal ( hubungan dengan sesama manusia)
Terakhir. Jika seseorang mampu bertahan dengan serangan setan dengan berbagai perangkapnya, maka setan akan meluncurkan perangkap terakhir yang menjadi perangkap tercanggih dan pamungkasnya. Perangkap sersebut dikhususkan untuk orang takwa. Setan akan mengerahkan semua kekuatannya termasuk bala tentaranya dari jin dan manusia untuk menyakiti orang sholeh dengan cara menebar fitnah kepadanya. Makanya banyak dan hampir mendekati pasti jika orang-orang takwa yang memperjuangkan agama Allah, yang orientasinya ( tujuannya) ikhlas dan ridlo Allah, akan menuai hujaman permusuhan dan fitnah.
Dengan berbekal kemampuan yang lemah, mampu bertahankah diri kita menghadapi tujuh perangkap Setan?? Hanya manusia yang mendapatkan ma’unah (pertolongan) Allah yang akan mampu bertahan.
Sebab, paling tidak, setan tiga kali lebih licik dan canggih dari manusia. Sampai pada taraf tertentu pantas jika diibaratkan dengan “kompetisi ( persaingan) yang tidak imbang”. Pertama, Setan dapat melihat manusia, sedangkan manusia tidak mampu melihatnya. Kedua, Usia setan lebih lama dari manusia. Sehingga pengalaman hidupnya lebih banyak. Ketiga, jumlah Setan lebih banyak dari manusia, karena Setan, sejak diciptakan sampai kiamat dikumandangkan, tidak pernah mati.
Hanya Allah SWT yang bisa menyelamatkan kita dari Setan yang terkutuk. Sehingga senjata yang tepat untuk melawan setan disamping memperbanyak bacaan a’udzu billahi minasyaithonirrajim ( aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) adalah mencari pertolongan Allah SWT. Semoga kita semua termasuk manusia yang diberi pertolongan Allah hingga kita hidup di bumi Allah tetap selamat dari perangkap setan yang terkutuk. Amin. Amin. Ya Rabbal ‘alamin.
Dalam modus operandinya, Setan ( la’natullah ‘alaihi), setidaknya, mempunyai tujuh amunisi perangkap alternatif untuk membidik manusia. Amunisi tersebut disesuaikan dengan tingkat kekuatan bertahan manusia.
Pertama, Setan mempengaruhi manusia dengan menawarkan kekufuran. Dengan strategi ini, Setan mengajak orang untuk menolak agama yang benar, eksistensi Tuhan, risalah kenabian, dan kebenaran kitab suci al Qur'an, dengan berdalih bahwa agama adalah dogma yang nantinya akan menjerat seseoarang hingga terkungkung dan tidak bisa bergerak bebas. Hal inilah, menurut setan, yang menyebabkan umat Islam tertinggal jauh pada masalah ekonomi, teknologi, medis dan peradabannya dibanding dengan orang Yahudi dan Nasrani (kafir) yang meninggalkan agama Allah dan tidak lagi mengikuti Rasulullah Muhammad SAW.
Kedua, jika seseorang tetap bertahan dengan beragama, Setan memberikan tawaran menentang ajaran sunnah. Nabi mengajarkan sikap saling menghormati jika terjadi perbedaan pendapat, tapi kebanyakan manusia cenderung bermusuhan. Kasus (peristiwa) yang demikian telah banyak di daerah, bahkan di Desa-desa, terkadang hanya masalah kecil, misal seseorag yang mempunyai pengaruh dalam masyarakat merasa pengaruhnya terebut, padahal kebenaran perasaannya belum teruji, sampai memusuhi orang lain. Belum lagi pada persoalan lain yang bobotnya lebih besar, hampir dipastikan akan lebih besar tingkat permusuhannya.
Ketiga, dosa besar. Jika perangkap pertama dan kedua belum berhasil, maka setan akan menggunakan perangkap yang ketiga. Dengan argumen (alasan) yang hanya bersandar atas rasio (akal) dan mengesampingkan wahyu dan nurani, hingga korupsi dianggap ketrampilan mengatur angka, durhaka pada orang tua dianggap nasihat baik seorang anak pada orang tua, pergaulan bebas dianggap modern., dan homosex dianggap hal yang wajar dan tidak berdosa. Masih mampu bertahankah diri kita??
Keempat, tawaran dosa kecil. Setan akan memberikan alasan bahwa manusia melakukan dosa itu hal yang biasa, hanya nabi dan malaikat yang tidak pernah berdosa, dengan demikian pada akhirnya seseorang terbiasa dalam dosa hingga menumpuklah dosa tersebut. Jika kita cermati lebih seksama banyak manusia yang terperangkap dengan senjata setan yang keempat ini. Kebiasan ngerumpi, bohong, dll.
Kelima, perangkap ini lebih tajam dan sedikit lebih canggih dibanding yang keempat perangkap diatas. dimana setan memberikan tawaran pada seseorang agar sibuk dengan hal yang mubah (boleh dilakukan dan boleh tidak) dan lupa dengan sesuatu yang menjadi kewajibannya. Misal, Ibu yang sibuk diluar rumah akhirnya rumah tangganya terlantar dan, mungkin juga, guru yang sibuk dengan aktifitas luar yang sifatnya mubah hingga lupa kuajiban mengajarnya yang menyebabkan anak didiknya menjadi korban.
Keenam, setan memberi tawaran ibadah utama dan lupa yang lebih utama. Seseorang sibuk dzikir pada Allah untuk mensucikan dirinya hingga cenderung menyendiri di rumah dan tidak peduli dengan oarng lain, bahkan rasa sosialnya dapat dikatakan “mati”. Padahal agama mengajarkan adanya hubungan keseimbangan (balancing) antara dimensi vertikal ( hubungan dengan Allah) dan dimensi horizontal ( hubungan dengan sesama manusia)
Terakhir. Jika seseorang mampu bertahan dengan serangan setan dengan berbagai perangkapnya, maka setan akan meluncurkan perangkap terakhir yang menjadi perangkap tercanggih dan pamungkasnya. Perangkap sersebut dikhususkan untuk orang takwa. Setan akan mengerahkan semua kekuatannya termasuk bala tentaranya dari jin dan manusia untuk menyakiti orang sholeh dengan cara menebar fitnah kepadanya. Makanya banyak dan hampir mendekati pasti jika orang-orang takwa yang memperjuangkan agama Allah, yang orientasinya ( tujuannya) ikhlas dan ridlo Allah, akan menuai hujaman permusuhan dan fitnah.
Dengan berbekal kemampuan yang lemah, mampu bertahankah diri kita menghadapi tujuh perangkap Setan?? Hanya manusia yang mendapatkan ma’unah (pertolongan) Allah yang akan mampu bertahan.
Sebab, paling tidak, setan tiga kali lebih licik dan canggih dari manusia. Sampai pada taraf tertentu pantas jika diibaratkan dengan “kompetisi ( persaingan) yang tidak imbang”. Pertama, Setan dapat melihat manusia, sedangkan manusia tidak mampu melihatnya. Kedua, Usia setan lebih lama dari manusia. Sehingga pengalaman hidupnya lebih banyak. Ketiga, jumlah Setan lebih banyak dari manusia, karena Setan, sejak diciptakan sampai kiamat dikumandangkan, tidak pernah mati.
Hanya Allah SWT yang bisa menyelamatkan kita dari Setan yang terkutuk. Sehingga senjata yang tepat untuk melawan setan disamping memperbanyak bacaan a’udzu billahi minasyaithonirrajim ( aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) adalah mencari pertolongan Allah SWT. Semoga kita semua termasuk manusia yang diberi pertolongan Allah hingga kita hidup di bumi Allah tetap selamat dari perangkap setan yang terkutuk. Amin. Amin. Ya Rabbal ‘alamin.
Minggu, 01 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
